Minggu, 22 April 2012


Teknologi Melunturkan Nilai Etika Tradisional
Undangan Pernikahan via Facebook
Satu lagi bukti lunturnya nilai etika tradisional yaitu tentang fenomena undangan pernikahan via Facebook. Sejak Facebook menjadi tren di Indonesia maka seolah-olah segalanya bisa diselesaikan melalui Facebook, Salah satunya adalah undangan pernikahan. Sependek pengetahuan saya ada dua cara dalam mengundang pernikahan via Facebook. Yang pertama adalah melalui fitur yang memang disediakan oleh Facebook seperti di bawah ini :
undangan pernikahan via faceook
Cara kedua adalah dengan mengunggah hasil scan undangan dan dilakukan penandaan (tagging) pada beberapa teman yang akan diundang ke pernikahan, cara ini sangat praktis, menghemat waktu dan biaya, namun ada nilai etika yang hilang. Pernikahan adalah sesuatu yang bersifat sakral maka ketika mengundang orang harus pula dilakukan dengan rasa khidmat, sebentuk undangan kertas yang diberikan seolah-olah adalah sebuah bukti otentik yang membuktikan bahwa kita telah diundang secara resmi dan terhormat meskipun undangan tersebut akan berakhir dikeranjang sampah atau ganjal meja.
Bagi saya pribadi hal tersebut tidak masalah dan boleh-boleh saja namun dengan prasyarat tertentu, diantaranya adalah teman yang mengundang jaraknya dengan kita terlalu jauh atau bisa jadi dia teman lama yang tidak mengetahui rumah kita. Saya tidak ingin membebaninya harus mengorbankan waktu pentingnya hanya untuk menyampikan undangan secara langsung maupun via pos atau kurir. Namun lain soal jika yang mengundang adalah teman dekat, tetangga atau saudara yang mana hampir setiap hari bertemu muka namun mengundangi pernikahan masih melalui Facebook,  maka sudah sewajarnya bila saya tersinggung.
Hmm….. pada akhirnya pantas dan tidak pantas terkadang bergantung pada kesapakatan yang berlaku dan juga kondisional maka dari itu pandai-pandailah membagi diri antara dunia maya dan dunia nyata, terlalu asyik dengan dunia maya membuat kita anti sosial, namun terlalu anti dengan dunia maya membuat kita bisa ketinggalan jaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar