Perubahan Proses Bisnis Akibat
TI, yang Melunturkan Etika Tradisional
Kemajuan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi memang begitu pesat, bahkan sangat pesat. Terlihat
dari banyaknya alat teknologi dan komunikasi yang semakin canggih, beragam, dan
dalam jumlah yang luar biasa. Kemajuan ini membawa efek positif bagi kehidupan
manusia dan beberapa proses bisnis maupun proses non-bisnis lainnya. Sebagai
contohnya, dengan adaya koneksi internet saat ini, seorang dosen dapat
meng-upload materi ajarnya di internet, entah di situs penyimpanan online
ataupun di blog pribadi guru tersebut, sehingga para mahasiswa dapat mengakses
materi kuliah tersebuit di manapun dan kapanpun mereka inginkan, asal ada
koneksi internet, tentunya. Begitu juga teknologi lainnya, seperti printer,
telepon genggam, GPS, dan lain sebagainya.
Namun, setiap benda di dunia ini
pasti punya sisi positif dan negatif, atau kelebihan dan kekurangannya. Dan
teknologi informasi-komunikasi pun takkan bisa kuput dari kedua sisi ini. Dan
dalam tulisan ini, akan sedikit saya singgung sisi kekurangannya atau dampak
kemajuan teknologi yang merubah proses bisnis maupun sosial yang dapat
melunturkan nilai-nilai etika tradisional kemasyarakatan.
1. Proses Jual Beli dan Hubungan
Anak Perantauan dengan Orangtua
Mau tidak mau, proses yang satu
ini musti akan ikut berubah prosesnya. Dulu, orang jual beli memakai model barter,
sebelum orang mengenal uang. Lalu setelah mengenal uang, orang mulai membeli
dan menjual, dengan uang sebagai alat tukarnya. Dan proses itu biasa terjadi
sebuah tempat yang disebut PASAR, dan tempat itu memang punya fisik, nyata, dan
bisa didatangi oleh setiap penjual dan pembeli. Tapi, kini? Bagaimana kita
saksikan seorang di Indonesia dapat berbelanja laptop dari Jepang tanpa harus
pergi ke sana dan tanpa harus repot menukar uang dan tanpa capek karena
perjalanan panjang. Cukup di rumah, bermodalkan koneksi internet, proses itu
semakin terasa cepat. Dalam proses sosial, hal itu pun bisa terjadi.
Mari kita lihat bagaimana TI
mempengaruhi proses jual beli dan proses sosial, misalnya antara seorang anak
dengan orangtuanya.
a. Model Kerja
•Pada teknologi modern masa kini,
jual-beli dilakukan di mal-mal ataupun melalui internet dengan menggunakan jasa
paypal atau melalui transfer bank.
• Melalui HP, seorang penjual
dapat memesan barang ke distributor. Begitu pula seorang pembeli dapat langsung
memesan barang ke si penjual, TANPA BERTATAP MUKA SECARA LANGSUNG.
• Seorang anak kuliah yang
merantau ke Jogjakarta, yang asalnya dari Kalimantan dapat dengan mudah
menghubungi orangtuanya di Kalimantan, sesering apa yang dia inginkan, melalui
HP.
b. Nilai Etika Tradisional yang
Hilang
• Tidak adanya tawar menawar
secara face to face dalam proses jual-beli, meski proses itu tetap ada, namun
tanpa bertatap muka.
• Hilangnya rasa saling mengenal
(bagaimana wajahnya, bagaimana sikapnya saat bertemu orang, tidak bisa kita
ketahui bila tidak bertemu) dan silaturahim antara pembeli dan penjual, dan ini
merenggangkan hubungan.
• Seorang anak, merasa tidak
perlu mudik Lebaran atau mudik liburan lainnya, toh dengan HP dia bisa menelpon
ibu dan bapaknya di kampung halaman. Silaturahim anak dan orangtua menjadi
jarang, bahkan renggang. Tidak ada sungkem, atau berwajah seri kepada orangtua,
kecuali harus dengan video conference.
c. Penjelasan lebih lanjutJaman
dahulu orang melakukan proses transaksi jual beli di pasar. Di sini terdapat
seni/tradisi jual beli yaitu saling tawar menawar. Karena kemajuan teknologi,
orang-orang mulai melakukan proses jual-beli di mal-mal atau bahkan melakukan
jual-beli di internet seperti menggunakan paypal atau sejenisnya. Dengan adanya
mal-mal, kita sudah kehilangan tradisi tawar menawar, karena di mal-mal
tersebut tidak ada barang yang bisa di tawar. Apalagi dengan adanya paypal,
kita jadi kehilangan etika saling silaturahmi, karena dengan adanya paypal,
kita jadi tidak bisa bertemu langsung dengan si penjual, yang otomatis pula,
kita sebagai penjual juga kita tidak bisa bertemu dengan pembelinya.
2. Situs jejaring social social
networking
a. Model kerja
• Pada masa kini, orang-orang
lebih mengutamakan berkomunikasi dengan menggunakan situs jejaring social
seperti facebook, twitter, friendster, dan lain sebagainya.
b. Nilai etika tradisional yang
hilang
• Orang jadi lebih sering berada
di dunia maya sehingga menyebabkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar yang
merupakan dunia nyata di mana ia tinggal menjadi berkurang.
• Hilangnya kode etik dan rasa
takut untuk melakukan hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi, karena
identitas di sana bisa saja dipalsukan atau disembunyikan.
• Lunturnya etika berkata-kata
secara sopan santun, karena munculkan bahasa-bahasa ‘gaul’ yang kadang kasar
dan sulit dimengerti oleh orang lain.
• Berkirim pesan lewat facebook
atau twitter atau yang lain, di sampng memang lebih cepat, tapi esensi
silaturahim dan saling berkunjung menjadi langka.
c. Penjelasan lebih lanjut
Kepekaan terhadap lingkungan
sekitar menjadi kurang biasanya terjadi apabila kita terlalu sering berada di
dunia maya, sehingga kita tidak bisa tau apa yang terjadi di lingkungan sekitar
kita. Banyak orang yang enggan keluar dari rumah karena sudah merasa cukup
mendapatkan informasi melalui internet. Kebanyakan orang tersebut memang
mendapatkan informasi yang dia inginkan, tapi apakah semua informasi ada di
internet?bagaimana apabila tetangga atau orang di sekitarnya mengalami masalah
keuangan?apakah akan di “umbar” di internet?bagaimana kalau orang itu tidak
mempunyai akses internet?. Bisa saja karena hal-hal tersebut kita menjadi
jarang keluar rumah. Hal ini tentu saja berpengaruh pada rasa persaudaraan kita
yang hilang.
Dengan adanya situs jejaring
social juga sudah menghilangkan rasa takut pada diri kita untuk melakukan
hal-hal yang berbau pornoaksi dan pornografi. Misalnya saja masa kini sudah ada
yang namanya “facebook of sex”. Pada facebook tersebut, tidak sedikit orang
yang “mengumbar” aurat mereka. Dan kita sebagai pengguna/pemakau sudah
merasakan hal yang lumrah untuk melihat hal-hal tersebut. sudah tidak ada lagi
rasa takut/rasa berdosa untuk melihat hal-hal tersebut karena sudah tidak
merasa diawasi lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar